Tuesday, January 29, 2013

Mengukur Massa


Mengukur Massa


I.             Tujuan : Mengukur besaran massa dengan berbagai alat ukur massa
(neraca/timbangan)
II.           Alat dan bahan
1.      neraca lengan
2.      neraca pegas
3.      koin/benda yang akan diukur
4.      kawat tembaga
5.      kertas

III.        Teori dasar
Di lingkunagn sekitar, kita sering mendapati berbagai kegiatan menimbang massa benda, seperti menimbang telur, beras, kapasitas muatan truk, bahkan menimbang emas. Semua kegiatan tersebut menggunaka alat ukur yang berbeda. Namun pada hakekaktnya semua kegiatan ini merupakan pengukuran massa. Masing-masing pengukuran membutuhkan ketelitian yang berbeda sehingga alat ukur yang di gunakan berbeda pula (Nursyamsudin,2004)

IV.       Cara kerja
1.      Mengukur massa benda dengan neraca pegas
a.       timbanglah massa benda/koin dengan cara mengaitkan pada neraca pegas
b.      lihat nilai yang tertera pada neraca pegas, lalu tulis pada tebel data pengamatan.
c.       Ulangi sampai 5 kali pengulangan dengan orang yang berbeda.
d.      Ulangi  langkah a sampai c dengan kawat tembaga dan kertas.

2.      Mengukur massa benda dengan neraca lengan
a.       timbanglah massa benda/koin dengan cara meletakan di lengan neraca
b.      lihat nilai yang tertera pada neraca, lalu tulis pada tebel data pengamatan.
c.       Ulangi sampai 5 kali pengulangan dengan orang yang berbeda.
d.      Ulangi  langkah a sampai c dengan kawat tembaga dan kertas.









V.  Data Hasil Pengamatan

1.  Hasil pengukuran massa benda dengan neraca pegas
Pengukuran ke
Benda/koin
(m ± ∆m) gr
Kawat tembaga
(m ± ∆m) gr
Kertas
(m ± ∆m) gr
1



2



3



4



5



Rata-rata



Ketidakpastian pengukuran



Error




2.  Hasil pengukuran massa benda dengan neraca lengan
Pengukuran ke
Benda/koin
(m ± ∆m) gr
Kawat tembaga
(m ± ∆m) gr
Kertas
(m ± ∆m) gr
1



2



3



4



5



Rata-rata



Ketidakpastian pengukuran



Error





VI.  Analisis Data, Perhitungan dan kesimpulan
1.      Dari hasil pengukuran massa denagn neraca pegas apakah semua benda dapat diukur denagn neraca lengan?
2.      Dari hasil pengukuran alat ukur manakah yang lebih teliti (presisi) ?
3.      Dari kedua alat pengukur massa tersebut apakah dapat mengukur massa air ? jelaskan.
4.      Hitunglah nilai rata-rata hasil pengukuran , kesalahan pengukuran (∆x) dan perentase error perhitungan (  x100%) pada tiap-tiap data pengukuran. Gunakan persamaan berikut:

        
Dengan        = rata-rata hasil pengukuran
            ∆x       = ketidak pastian pengukuran
             = jumlah data hasil pengukuran
            n         =  banyaknya pengulangan      

Mengukur Panjang


Mengukur panjang


I.  Tujuan : Mengukur besaran panjang dengan berbagai alat ukur panjang.
II.  Alat dan bahan :
1.      mistar centimeter
2.      mistar milimeter
3.      jangka sorong
4.      mikrometer sekrup
5.      jangka sorong
6.      balok (batang) kayu atau papn
7.      kelereng/ manik-manik
8.      kertas

III.  Teori dasar
Pengukuran panjang harus dilakukan dengan alat ukur yang tepat. Perhatikan dilingkungan sekitar kita, pengukuran panjang dilakukan oleh penjahit pakaian, pekerja bangunan, pengukur tanah, atau pembuat kunci.  Masing-masing profesi tadi membutuhkan alat ukur yang berbeda. Namun pada hakekatnya mereka semua melakukan pengukura panjang, dan masing-masing pekerjaan membutuhkan ketelitian yang berbeda sehingga alat ukur yang di gunakan berbeda pula (Nursyamsuddin,2004).
Berikut ini cara penggunaan mikrometer sekrup dan jangka sorong.
A.    Mikrometer sekrup





                                                                                                               



Mikrometer sekrup di tunjukan pada gambar 1.  Jika skala nonius di putar lengkap 1 kali maka rahang geser dan skala nonius maju mundur 0.5 mm. Karena skala nonius memiliki skala 50 skala, maka ketelitian mikrometer sekrup 0.5 mm / 50 = 0.01 mm (Kanginan,2002).Dengan demikian ketidak pastianya ∆x
∆x = 1/2 x nilai satuan terkecil (nst) = 1/2 x 0.001 mm  = 0.005 mm
Maka cara menentukan nilai x (panjang benda) yaitu:
  1. Perhatikan garis skala utama dengan skala nonius. Pada gambar 1. garis skala utama adalah 7 mm lebih.
  2. Perhatikan garis mendatar pada skala nonius yang berhimpit dengan garis mendatar pada skala utama. Pada gambar 1. garis mendatar tersebut 24. maka nilai x = 7,0+( 24 x 0,01 mm ) = 7,24 mm.
Sehingga jika dituliskan.  Panjang = (7,240 ± 0,005) mm
B.     Jangka Sorong











Skala nonius memikiki panjang 9 mm dan di bagi 10  skala sehingga selisihnya 0,1 mm.atau 0,01 cm. Maka ketidak pastiannya adalah
∆x = 1/2 x 0,1 mm = 0,05 mm = 0,005 cm
cara menentukan nilai x (panjang benda) yaitu:
  1. perhatikan angka pada skala utama yang berdekatan dengan angka 0 pada nonius. Pada gambar 2. angka tersebut 5 cm
  2. perhatikan garis nonius yag berhimpit dengan skala utama. Pada gambar 2. angka tersebut adalah garis ke 4. ini berarti
nilai x = 5 cm + ( 5 x 0,01 cm ) = 5,05 cm.
Sehingga jika dituliskan, Panjang = (5,050 ± 0,005) cm
IV.             Cara kerja
a)      Mengukur panjang batang (papan) kayu
a.       ukur panjang batang kayu denagn mistar sentimeter
b.      lakukan pengukuran denagn posisi mata sebagai berikut, seperti terlihat pada gambar berikut.





c.       Ulangi denagn 5 kali pengukuran
d.      Tuliskan data yang didapat ke dalam tabel pengamatan
e.       Gantilah mistar centimeter dengan mistar milimeter lalu ulangi langkah
a sampai d.
b)     Mengukur diameter manik-manik
a.           ukurlah diameter manik-manik dengan mikrometer sekrup (cara penggunaan dapat dilihat pada teori dasar)
b.           lakukan pengukuran oleh orang yang berbeda
c.           lakukan 5 kali pengukuran
d.          tuliskan data yang didapat pada tabel data
e.           ulangi langkah a sampai d dengan menggunakan Jangka sorong
c)      Mengukur tebal kertas
a.       ukurlah tebal kertas dengan mikrometer sekrup (cara penggunaan dapat dilihat pada teori dasar)
b.      lakukan pengukuran oleh orang yang berbeda
c.       lakukan 5 kali pengukuran
d.      tuliskan data yang didapat pada tabel data
e.       ulangi langkah a sampai d dengan menggunakan Jangka sorong

V.  Data Hasil Pengamatan

1.  Hasil pengukuran panjang batang (papa) kayu (L)
Pengukuran ke
Dengan mistar centimeter
(L ± ∆L) Cm
Dengan mistar milimeter
(L ± ∆L) mm
1


2


3


4


5


Rata-rata


Ketidakpastian pengukuran


Error



2.  Hasil pengukuran diameter manik-manik (D)
Pengukuran ke
Dengan Mikrometer sekup
(D ± ∆D) Cm
Dengan Jangka Sorong
(D ± ∆D) mm
1


2


3


4


5


Rata-rata


Ketidakpastian pengukuran


Error







3.  Hasil pengukuran tebal kertas (T)
Pengukuran ke
Dengan Mikrometer sekup
(T ± ∆T) Cm
Dengan Jangka Sorong
(T ± ∆T) mm
1


2


3


4


5


Rata-rata


Ketidakpastian pengukuran


Error



VI.  Analisis Data, Perhitungan dan kesimpulan
1.      dari hasil pengukuran panjang kayu, alat ukur manakah yang lebih teliti? Berikan alasannya.
2.      dari hasil pengukuran diameter kelereng dan tebal kertas alat ukur manakah yang lebih teliti? Berikan alasannya.
3.      posisi mata yang mana yang lebih teliti dalam melakukan pengukuran? Berikan alasannya.
4.      untuk menghitung diameter rambut, alat ukur manakah yang anda akan gunakan? Mengapa.
5.      hitunglah nilai rata-rata hasil pengukuran , kesalahan pengukuran (∆x) dan perentase error perhitungan (  x100%) pada tiap-tiap data pengukuran. Gunakan persamaan berikut:
        
Dengan        = rata-rata hasil pengukuran
            ∆x       = ketidak pastian pengukuran
             = jumlah data hasil pengukuran
            n         =  banyaknya pengulangan